Assalamu alaikum sobat Satutips.com
Sebelumnya kita telah membahas tentang miopi atau rabun jauh, lihat disini kalau belum membacanya.
Sekarang kita akan membahas tentang rabun dekat biasa dikenal dengan hipermetropi atau Hiperopia
Apakah anda pernah merasa kesulitan membaca atau melihat objek yang dekat Anda sob? jika iya, bisa jadi Anda menderita rabun dekat. Gejalanya tidak hanya itu, bisa saja Anda juga merasa kelelahan dan harus menyempitkan mata sewaktu melihat benda dekat.
Jika rabun jauh terjadi karena cahaya yang masuk ter refraksi (terbengkokan) jatuh di depan retina maka rabun dekat atau hiperopia sebaliknya. Rabun dekat terjadi karena cahaya yang masuk kedalam mata ter refraksi (terbengkokan) jatuh di belakang retina.
yang menyebabkan rabun dekat ini sob adalah bola mata yang terlalu pendek atau kelengkungan kornea yang kurang. Penderita rabun dekat ini biasanya tidak dapat membaca pada jarak yang normal (30 cm) dan harus menjauhkan bahan bacaannya untuk dapat membaca secara jelas. Penderita juga akan sulit untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan ketelitian tinggi,dan mata juga akan menjadi mudah lelah jika mengalami rabun dekat.
ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan sob untuk membantu melindungi mata Anda.
Untuk mencegah rabun dekat caranya sama dengan penderita rabun jauh, kelainan rabun tidak sepenuhnya dapat dihindari tapi Anda tetap dapat mengurangi resikonya dengan mengonsumsi vitamin A dan menghindari kebiasaan merokok.
Demikian artikel kami tentang rabun dekat sob,semoga bermanfaat dan silahkan share jika berkenan.

Sekarang kita akan membahas tentang rabun dekat biasa dikenal dengan hipermetropi atau Hiperopia
Apakah anda pernah merasa kesulitan membaca atau melihat objek yang dekat Anda sob? jika iya, bisa jadi Anda menderita rabun dekat. Gejalanya tidak hanya itu, bisa saja Anda juga merasa kelelahan dan harus menyempitkan mata sewaktu melihat benda dekat.
rabun dekat ini adalah kebalikan dari rabun jauh
Jika rabun jauh terjadi karena cahaya yang masuk ter refraksi (terbengkokan) jatuh di depan retina maka rabun dekat atau hiperopia sebaliknya. Rabun dekat terjadi karena cahaya yang masuk kedalam mata ter refraksi (terbengkokan) jatuh di belakang retina.
mata normal itu terjadi karena cahaya ter refraksi (terbengkokan) jatuh tepat di dalam retina.
yang menyebabkan rabun dekat ini sob adalah bola mata yang terlalu pendek atau kelengkungan kornea yang kurang. Penderita rabun dekat ini biasanya tidak dapat membaca pada jarak yang normal (30 cm) dan harus menjauhkan bahan bacaannya untuk dapat membaca secara jelas. Penderita juga akan sulit untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan ketelitian tinggi,dan mata juga akan menjadi mudah lelah jika mengalami rabun dekat.
rabun dekat biasanya terjadi pada usia 40 tahun akibat berkurangnya kemampuan mata karena usia. Dan terkadang beberapa anak-anak kecil dapat juga lahir dengan kondisi ini.
Berikut Gejala awal dari rabun dekat sob :
Penyebab Rabun Dekat
- Sering Sakit kepala
- Mata berair atau berwarna kemerahan.
- Harus mengedip-ngedipkan mata untuk melihat dengan jelas.
- Kesulitan untuk membaca.
- Mata terasa lelah usai fokus melihat objek dekat, seperti menggunakan komputer atau membaca.
- Objek jauh terlihat,objek dekat terlihat buram.
Penyebab Rabun Dekat
- Faktor usia, Rabun dekat biasanya terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun, dan bisa juga dialami oleh usia berapa saja.
- Faktor keturunan.
ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan sob untuk membantu melindungi mata Anda.
- lindungi mata dari sinar matahari langsung.
- konsumsi makanan yang bernutrisi lengkap.
- gunakan penerangan atau pencahayaan yang baik.
- periksakan kondisi mata secara rutin.
- kendalikan gangguan kesehatan kronis seperti diabetes.
- kenali gejala gangguan pada mata.
Untuk mencegah rabun dekat caranya sama dengan penderita rabun jauh, kelainan rabun tidak sepenuhnya dapat dihindari tapi Anda tetap dapat mengurangi resikonya dengan mengonsumsi vitamin A dan menghindari kebiasaan merokok.
Demikian artikel kami tentang rabun dekat sob,semoga bermanfaat dan silahkan share jika berkenan.